Lidah api di matahari atau juga disebut
prominensa merupakan bagian matahari yang sangat besar, terang, yang mencuat
keluar dari permukaan matahari, seringkali berbentuk loop (putaran). Tanggal
26-27 September 2009 lalu, wahana ruang angkasa (Stereo A dan Stereo B) yang
khusus memantau matahari merekam fenomena selama 30 jam ini.
Prominensa terjadi di lapisan photosphere pada matahari dan bergerak keluar menuju korona matahari. Jika korona merupakan gas-gas ionized yang sangat panas, dinamakan plasma, yang tidak begitu memperlihatkan sinarnya, prominensa berisikan plasma yang lebih dingin.
Komposisinya mirip dengan
yang ada pada chromosphere. Prominensa yang stabil dapat bertahan hingga
beberapa bulan. Beberapa prominensa terpecah atau memisah dan menimbulkan
penyemburan massa korona.
Prominensa biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer - sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material dengan berat hingga 100 miliar ton.
Prominensa biasanya menjulur hingga ribuan kilometer; yang terbesar yang pernah diobservasi terlihat pada tahun 1997 dengan panjang sekitar 350.000 kilometer - sekitar 28 kali diameter bumi. Massa di dalam prominensa berisikan material dengan berat hingga 100 miliar ton.
Penyebab Terjadinya Prominensa (Lidah Api) Matahari
Matahari
memiliki medan magnet yang tidak merata di setiap bagiannya. Berbeda dengan
Bumi yang padat sehingga medan magnetnya konstan. Meski Matahari tetap
memiliki kutub utara dan selatan, namun akibat rotasi serta medan magnet yang
ada dimana-mana dan tidak stabil, mengakibatkan terjadinya sunspot. Bila
terdapat sunspot, berarti ada medan magnet Matahari yang masuk
atau atau keluar dengan membawa plasma. Karena terbentuknya di beberapa tempat,
mengakibatkan terjadinya tabrakan dan jadilah prominensa. Saat prominensa ini
putus atau saling bertabrakan lagi, akan terbentuk flare.
Sunspot atau lebih dikenal dengan
bintik hitam Matahari,
memiliki diameter sekitar 50,000 km, yang artinya lebih besar daripada diameter
Bumi. Suhu pada sunspot lebih dingin dibandingkan yang bagian lain yaitu kurang
lebih 3800 K. Hal itu yang menyebabkan sunspot berwarna gelap. Jumlah sunspot
pada Matahari tidak
konstan setiap saat. Kenampakan sunspot pada umumnya dalam orde minggu atau
bahkan kurang.
Bentuknya
yang mirip loop atau pita yang dikibaskan, membuat prominensa lebih dikenal dengan
nama lidah api Matahari.
Meski berada di fotosfer, namun panjangnya bisa melewati korona. Prominensa
terpanjang yang pernah teramati oleh SOHO pada tahun 1997 mencapai 350,000 km,
atau sebanding dengan 28 kali diameter Bumi. Kala hidup prominensa ini bisa
mencapai 5 Bulan. Dari
hasil pengamatan, sepertiga dari prominensa muncul 3 minggu setelah
terbentuknya sunspot. Berbeda dengan sunspot yang bergerak menuju ekuator, prominensa
bergerak menuju kutub.
Ledakan Matahari yang terjadi akibat energi yang tersimpan dalam medan magnetik dilepaskan secara tiba-tiba dalam waktu singkat, dinamakan flare. Energi yang dilepaskan ini setara dengan jutaan kali bom atom Hiroshima. Bahkan pengaruhnya sampai ke atmosfer dan medan magnetik Bumi.
Ledakan Matahari yang terjadi akibat energi yang tersimpan dalam medan magnetik dilepaskan secara tiba-tiba dalam waktu singkat, dinamakan flare. Energi yang dilepaskan ini setara dengan jutaan kali bom atom Hiroshima. Bahkan pengaruhnya sampai ke atmosfer dan medan magnetik Bumi.

0 komentar:
Posting Komentar