Aku tidak pernah tau apa alasan aku begitu menyukaimu. Kalau aku bisa meminta, aku tidak akan pernah suka kepada dirimu. Andai saja kamu tidak pernah mendekatiku dan memberiku semua harapan palsu itu. Andai saja, aku menghiraukan semua pesan-pesanmu. Aku yakin aku tidak akan sesakit ini. Menurutmu, kenapa aku merasakan perasaan itu hanya kepadamu? Dan anehnya, aku tidak pernah bisa berpaling dan melupakan serta menghilangkanmu dari pikiranku.
Sudah berapa kali kuperingatkan pada diriku sendiri untuk tidak jatuh dalam pesonamu. Sudah berapa kali aku termakan semua rayuanmu. Dan sudah berapa kali kau menghiraukan perasaanku? Sebenarnya apa tujuanmu membuatku jatuh pada hatimu, lalu kau pergi begitu saja setelah bosan denganku? Kau anggap apa aku? Kau anggap apa perasaanku? Apa maksudmu memberiku harapan-harapan palsu itu? Apa kau tidak tau bahwa hatiku sangat rapuh, lemah, dan peka terhadapmu? Aku berusaha menepis perasaanku dan menghiraukan semua perkataammu. Tapi kau justru semakin sering memberi harapan dan omong kosong.
Menurutmu, apakah hati dapat dibohongi? Aku selalu menekankan pada diriku bahwa kau bukanlah yang terbaik. Dan aku mencoba melupakanmu. Kenapa begitu sulit melupakan dirimu yang hanya beberapa bulan di kehidupanku?
Dan hingga sekarang, aku bahkan tidak bisa merasakan jatuh cinta pada yang lain. Aku bahkan harus menerima semua rasa penasaran ini akan keadaan dirimu sekarang. Semakin sakit saat aku mengetahui kau bersamanya. Ya, aku bukan siapa-siapamu. Bahkan mungkin kau tak pernah tau perasaanku. Tapi kenapa hanya aku yang merasakan perihnya hati ini? Kenapa kau tidak pernah peka terhadap perasaan ini? Kenapa hanya aku seorang yang merasa tersiksa atas perasaan ini?
Aku hanya ingin tau, apakah pernah sekali saja di hidupmu memikirkanku? Memikirkan perasaanku? Mengingatku? Merasa bersalah karena telah memberiku harapan? Aku tau, aku terdengar jahat. Mungkin aku terlalu percaya diri. Mungkin aku terlalu peka. Mungkin aku terlalu berharap. Kau bisa menyalahkanku juga. Kau bisa menyalahkanku tentang perasaan terlalu percaya diriku ini. Sebenarnya kau bukan ingin memberi harapan padaku, tapi aku terlalu berlebihan dalam memaknai kepedulianmu itu padaku. Aku salah mengartikan semua rayuan dan janjimu. Mungkin begitulah kebenarannya.
Sekali lagi, jika aku diperbolehkan untuk meminta, aku tidak akan pernah meminta untuk suka apalagi jatuh cinta pada dirimu. Itu saja. Salahkanlah aku dengan perasaanku yang terlalu lemah ini. Maybe this is not important to you, but its very important to me. I MISS YOU SO BAD!!!
Heartbreak Girl,
AR

0 komentar:
Posting Komentar