Semua orang punya keistimewaan atau kelebihan masing-masing. Mereka juga punya kekurangan yang berbeda-beda. Tuhan menciptakan manusia tidak untuk sempurna, karena kesempurnaan hanya milik-Nya. Lalu, mengapa kelebihan dan kekurangan yang dimiliki tiap orang berbeda? Karena Tuhan ingin kita saling melengkapi.
Jangan pernah berpikiran,
'Kok dia cantik dan putih kayak gitu ya? Sedangkan aku item kayak gini?'
'Kok dia pinter ya, aku iri sama dia yang punya prestasi banyak banget'
Jangan memandang kelebihan orang lain menjadi kelemahanmu. Tentunya kamu harus berpikir, 'kalo dia bisa pandai, aku juga pasti bisa'. Untuk masalah cantik atau nggak, kita nggak bisa lihat kecantikan seseorang dari luar aja. Mungkin orang lain punya wajah yang cantik tapi hatinya tidak secantik wajahnya. Ada yang tidak terlalu cantik tapi punya hati yang lembut dan baik.
Contoh lainnya, ada anak yang hanya pandai matematika atau kimia atau bahasa inggris saja, sedangkan mata pelajaran lainnya ia tidak terlalu pandai. Pasti Tuhan telah membagi kelebihan dan kelemahan hamba-Nya sama rata.
Kita harus mengambil sisi positif dari kelebihan dan kelemahan yang kita miliki. Jangan hanya terpaku pada kekurangan kita sehingga kita pesimis dengan kehidupan yang kita miliki. Kembangkan kelebihan kita, pelajari lagi apa yang bisa kita lakukan dengan kelebihan kita itu, dan berprestasilah dengan kelebihan yang kita miliki. Hal itu akan menutupi kekurangan kita, walaupun kekurangan itu tentu saja masih ada karena sekali lagi, kita BUKAN manusia yang sempurna.
Lalu, apa yang harus kita lakukan dengan kekurangan yang kita miliki? Syukuri. Segala sesuatunya pasti ada hikmah atau manfaatnya. Kekurangan kita harus disyukuri. Misalkan saja, semua orang pandai matematika. Lalu guru matematika akan kehilangan pekerjaannya karena semua orang punya kepandaian matematika. Dengan adanya anak yang berbeda-beda kepandaiannya, maka guru-guru ini bisa menjalankan perannya.
Selain mensyukurinya, kita juga harus mengubah kekurangan kita menjadi kelebihan atau setidaknya menjadi sesuatu yang bukan kekurangan kita tapi juga bukan kelebihan. Bagaimana caranya? Usaha. Apapun yang kita lakukan dengan sungguh-sungguh disertai niat disebut usaha. Kita lemah dalam pelajaran kimia, maka usahalah dengan belajar. Walau hal itu tidak akan menjadi kelebihan kita, setidaknya jangan sampai pelajaran kimia itu menjadi kelemahan kita selama-lamanya.
Jadi, syukuri kelemahan kita, jangan mengeluh dengan apa yang tidak kita miliki, dan manfaatkanlah kelebihan yang kita miliki sebaik-baiknya.

0 komentar:
Posting Komentar