Title : First sight
Author : arini sabila
Cast : mario maurer
Genre : romance
Disclaim : ini ff aku
yang kedua. Nggak terlalu bagus sih. Aku buat ff ini gara-gara baca ff di
internet. Banyak banget ff yang aku cari dari beberapa artis yang aku sukai. Dan
salah satunya mario maurer. Enjoy reading
***
Chapter 2
"Bu, aku mau
pergi dulu ya. Mau jalan-jalan"pamitku.
"Kemana? Sama
siapa?"
"Aku mau diajak
temanku jalan-jalan. Tapi aku nggak dikasih tau mau kemana"
"Sama shinye itu
bukan?"
"Iya,bu"
"Yasudah. Sana,
hati-hati ya"
***
"Woww.. Bagus
sekali" takjubku ketika melihat pemandangan yang begitu indah. Aku berdiri
di tepi sungai han. Tau sungai Han kan? Orang korea menyebutnya 'Han Gang' atau
'Han River'. Disini aku dapat melihat berjejer restoran di sekitar sungai dan
beberapa restoran yang mengapung di sungai. Disekitarku ada sebagian orang yang
menyewa sepeda dan ada juga yang berjalan kaki bersama dengan pasangannya.
"Dari dulu aku
ingin sekali kesini. Tapi sesampainya di Korea, kenapa aku tidak pernah
memikirkan untuk jalan-jalan ke sungai Han,yaa.." Ucapku dengan nada masih
gembira.
Shinhye hanya
tersenyum. Kami berdua memandangi sungai han tanpa henti. Entah telah berapa
lama kami berdiri di tepi sungai tersebut.
"Ah, ternyata
memandang hal yang begitu indah saja bisa membuat kita dahaga yaa. Aku beli
minuman dulu ya" ucap shin hye sambil mengusap-usap tenggorokannya yang
mulai mengering.
"Oke. Jangan
lama-lama yaa" shin hye meninggalkanku ke sebuah kedai kopi.
Waktu berlalu sangat
cepat. Matahari sudah hampir menenggelamkan tubuhnya ke dalam bumi. Tidak
terasa aku dan shin hye sudah berjalan-jalan di tepian sungai ini, memandangi
sungai ini, sampai tiga jam lebih. It's woww.. ~ah,gue lebay~
'Kenapa shin hye lama
sekali?' Batinku dalam hati. Aku memutuskan untuk menyusul shinhye. Mungkin
kedai kopinya sedang rame, jadi sebaiknya aku menyusul kesana saja.
Walaupun sudah
berjam-jam melihat keindahan sungai han, tapi aku belum benar-benar puas. Aku
berjalan pun tanpa memerhatikan jalan yang ada di depanku. Aku tetap melihat
kearah sungai. Dan tiba-tiba saja.. Bruukk...
Foto-foto hasil
jepretan yang beberapa hari lalu aku ambil itupun terjatuh berserakan.
Foto-foto itu sedang aku pegang di tanganku. Tapi seseorang menabrakku dan
membuat foto itu berhamburan. Tanpa melihat siapa yang telah menabrakku, aku
langsung memunguti foto-foto itu. Dan orang itu juga membantuku memungutinya.
Ia mengambil sebuah foto dimana ada foto dirinya disitu. Aku mendongak sedikit,
dan orang itu adalah pria jurusan seni lukis.
Aku gelagapan. Aku
memunguti semua yang jatuh di tanah dan langsung meraih foto yang ada di tangan
laki-laki itu. Dia nampak kaget. Tapi perlahan, dia tersenyum
kepadaku,"annyeong". Ucapnya memberi salam.
"Annyeong"
balasku. "Kau sendirian?" Tanyanya. Apa? Dia tidak menanyakan perihal
foto yang dilihatnya barusan? Bukankah itu foto dirinya?
"Ti-tidak. Aku
bersama dengan temanku. Aku hendak menyusulnya ke kedai kopi disebelah
sana" aku mengacungkan jariku kesebuah kedai kecil di depan resto mewah.
"Oh,baiklah. Ayo
jalan bersama"
Kami berdua berjalan
menyusuri tepi sungai han. Matahari benar-benar nampak indah. Aku dan pria itu
berjalan bersama, berdua. Ah, sungguh bahagia rasanya.
"Kita belum
kenalan kan?" Pria itu menghentikkan langkahnya dan menoleh kearahku.
Aku juga menghentikkan
langkahku.
"Namaku mario
maurer. Aku dari jurusan seni lukis, kau sudah tau kan?"
"Ne. Namaku Sandy
Amanda, aku jurusan fotografi semester 3"
"Oh,kau tinggal
dimana? Sepertinya kau bukan orang korea asli?" Kami melanjutkan
perjalanan kami.
"Aku tinggal di
apartemen (bla-bla). Aku orang indonesia dan sekarang aku akan menetap di
korea. Kau sendiri juga bukan orang korea kan?"
"Ya,aku memang
bukan orang korea. Aku orang thailand. Dan aku melanjutkan kuliahku di
Korea"
Aku manggut-manggut
mengerti. Jadi tebakanku memang benar. Dia bukan orang korea.
"Kenapa kau
pindah ke korea?"
"Kakakku kerja
disini dan orang tuaku juga ingin pindah katanya. Aku hanya mengikuti mereka
saja"
Kali ini dia yang
manggut-manggut, mengerti perkataanku.
***
Semenjak perkenalan
itu, aku dan mario jadi lebih sering bertemu. Apalagi kampus kita sama. Kita
sering menghabiskan waktu berjalan-jalan bersama, makan bersama, dan mengikuti
pameran bersama. Terkadang shin hye juga ikut jalan-jalan bersama kami. Tapi
karena dia punya cowok baru,namanya Yong Hwa, jadi dia nggak terlalu sering
menemaniku berjalan-jalan.
Aku dan mario
mempunyai banyak kesamaan. Pertama,kita sama-sama bukan orang korea asli.
Kedua, aku dan mario suka dengan sesuatu yang berbau seni. Aku juga menyukai
seni lukis,apalagi lukisan mario. Dan dia juga suka dengan seni fotografi.
Ketiga, aku dan dia sama-sama suka mencari pemandangan yang indah,kemudian
mengabadikannya dalam seni kita masing-masing. Benar-benar menakjubkan.
Aku tidak pernah
menyangka akan sedekat ini dengan mario,pria yang sejak hari pertamaku di
kampus menjadi pusat perhatianku. Semenjak pertemuan pertamaku, aku tidak
pernah berhenti memotretnya. Dia itu fotogenik banget. Mau model apapun tetep
bagus jika di foto. Jika aku mau menghitung foto-fotonya dalam memori kameraku,
uhh.. Sudah ratusan lebih mungkin.
Saat itu, kami sedang
berbincang-bincang di kantin mengenai pameran foto yang akan diadakan lusa.
Entah telah sejauh mana kami berbincang, rasanya waktu berlalu begitu cepat.
Ternyata sudah hampir satu jam. Untungnya kami tidak ada kelas. Aku
mengeluarkan foto-fotoku sewaktu di taman yang pernah aku pamerkan di pameran
seni. Mario mengamatinya dengan sangat jeli. Ia menyusun berjejer lima foto
itu, bukan hanya foto ditaman,tapi juga foto sewaktu hari pertama di kampus.
Sangat jeli sekali.
"Aku?"tanyanya
bingung Aku tidak mengerti. Aku menaikkan alisku dan bertanya-tanya.
"Kenapa? Ada
apa?"Tanyaku "Coba amati. Semua fokusnya mengarah kepadaku,"
ucapnya sambil mencoba menunjukkan fokus dalam foto itu.
Aku mengamatinya
dengan jeli, seperti yang telah ia lakukan sebelumnya. 'Hah? Kok bisa?'tanyaku
dalam batin.
"Sungguh, aku
tidak bermaksud mengambil fotomu. Itu hanya tidak sengaja saja" aku
menunjukkan jari telunjuk dan jari tengah. I swear!!!
"Kok bisa
kebetulan ya" ia menyelidik ke arahku dengan mata menggoda.
"Mana aku
tahu" ucapku dengan bibir mencibir.
"Ah, kau bohong
ya. Kau mengambil fotoku diam-diam. Ngaku saja. Ayo ngaku." Dia semakin
menggodaiku.
Aku masih mencibir dan
mencoba meyakinkannya bahwa aku benar-benar tidak sengaja mengambil foto itu.
Aku sendiri bingung, kenapa sejak hari pertama aku menginjakkan kaki di korea,
aku bahkan sudah mengabadikan pria di depanku ini dalam kameraku.
***
Sepertinya, mario tau
kalau perasaanku padanya bukan hanya sekedar teman. Ia menyadari itu ketika aku
telah tertangkap basah sedang mengambil fotonya. Tetapi ia tidak bilang apapun
tentang hal itu. Dan sejak saat itu, dia menghilang seperti di telan bumi. Aku
tidak pernah melihat batang hidungnya lagi. Teman-temannya pun juga tidak tau.
Dan rumahnya di Seoul juga sepi. 'Apa mungkin dia kembali ke Thailand?' Tanyaku
pada diriku sendiri.
Aku mencarinya ke
seluruh sudut kota Seoul, tapi aku tak berhasil menemukannya. Aku menelfon
nomernya,tapi handphone-nya tidak aktif. Aku benar-benar sudah putus asa
mencarinya. Aku merasakan ada sesuatu bagian dari diriku yang telah hilang. Aku
tidak tau lagi harus mencari dia dimana. Aku sadar, bahwa aku sangat
membutuhkannya dan aku memang mencintainya.
***
Tunggu yang chapter 3 yaaa... ;) Gumawooo......

0 komentar:
Posting Komentar