Kamis, 20 Maret 2014

,

ff Mario Maurer

Title : First sight
Author : arini sabila
Cast : mario maurer
Genre : romance
Disclaim : ini ff aku yang kedua. Nggak terlalu bagus sih. Aku buat ff ini gara-gara baca ff di internet. Banyak banget ff yang aku cari dari beberapa artis yang aku sukai. Dan salah satunya mario maurer. Enjoy reading
***
 Chapter 1

Seminggu yang lalu, aku dan orang tuaku pindah ke korea. Kami semula bertempat tinggal di indonesia. Kami pindah ke negeri ginseng tersebut karena kakakku yang bernama Miranda Agustina merasa kesepian berada di korea sendirian. Selain alasan itu, orang tuaku juga merasa bosan di negara yang penuh dengan konflik ini, baik itu konflik politik, infotainment, agama, dsb.
Kebetulan musim di korea saat ini adalah musim semi. Jadi aku dapat menikmati setiap bunga musim semi yang sedang bermekaran. Seminggu di korea, dan ini masih permulaan untuk adaptasiku. Sebelum ke korea aku telah mengikuti kursus bahasa korea di Indonesia. Namun ketika berhadapan langsung dengan orang korea, rasanya agak sulit mengucapkan apa yang telah aku pelajari. Setiap kali aku hendak pergi berjalan-jalan, aku harus mengajak kakakku yang telah lebih lama tinggal di Korea karena bahasa koreanya sudah sangat lancar.
Oh iya. Kita belum kenalan ya. Namaku Sandy Amanda. Aku baru kuliah semester 3 jurusan fotografi. Pagi ini, tepatnya pukul 10 pagi, aku masih dalam balutan selimutku. Tulang-tulangku rasanya pegal semua. Itulah yang aku rasakan di tempat yang menurutku suhunya termasuk rendah. Padahal itu baru musim semi. Bagaimana kalau musim dingin? I can't image it. Mataku sedikit sembap. Bukan karena tadi malam aku menangis. Tapi entah kenapa selama tinggal di Korea, mataku sering seperti ini. Lagi-lagi masalah adaptasi mungkin. Rambutku berantakan dan kusut. Sulit sekali untuk bangun. Rasanya ada yang menahanku untuk tetap berada di kasur terempuk ini.
Sedari tadi terdengar suara orang memanggilku,membangunkanku dari arah dapur. "Sandy...cepat bangun. Sudah siang" teriak ibuku dari dapur.
Ah, mataku sulit sekali terbuka. Serasa ada lem yang menempel di mataku. Berulang kali aku menguap. Kemudian, seseorang mengetuk pintu kamarku. Dan tanpa mendapat izin dari pemilik kamar, orang itu justru masuk ke kamar.
"Cepat bangun..." Kali ini kakakku yang membangunkanku. Dia menarik selimutku.
Aku tidak menjawabnya. Aku justru membalikkan badanku.
"Ayo, cepat bangun. Mau jalan-jalan tidak?"Ujar Mira, panggilan untuk kakakku, dengan mata menyelidik ke arahku.
Hobiku saat ini adalah jalan-jalan dan melihat-lihat setiap sudut kota di Seoul ini. 'Padahal kemarin, dia bilang akan pergi dan tak bisa menemaniku jalan-jalan' ucapku dalam batin.
"Tidak mau?Ya sudah" nada bicaranya ingin mengatakan 'kamu bakal kecewa jika tidak mau'.
Aku perlahan-lahan membalikkan badanku. "Aku ikut," ucapku akhirnya.
"Aku tunggu di ruang tamu" ia keluar dari kamarku.
Dengan rasa lemas aku bangun dari tidurku. Aku mengambil handukku dan berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan. ***
Keindahan di kota seoul ini nggak ada habisnya. Mau di musim apapun, jam berapapun, di sudut manapun, semua keindahan kota tetap terlihat. Aku dan kakakku berada di sebuah taman. Taman ini merupakan salah satu taman terkenal di Seoul. Banyak penduduk seoul yang menghabiskan waktu luangnya di taman ini. Aku dan kakakku mengabadikan momen ini di kamera digital kami. Aku hobi sekali memotret. Bukan hanya wajahku dan kakakku yang masuk dalam kamera ini, tapi suasana dan orang-orang di taman ini juga menjadi objek fotoku.
***
Ini adalah minggu ketiga-ku di Korea. Hari ini merupakan hari pertamaku masuk kuliah di universitas korea. Sebenarnya tadi pagi, kakakku ingin mengantarku ke kampus karena ia khawatir. Namun aku menolaknya. Setidaknya aku sudah tau alamat kampusku,karena tiga hari lalu kak Mira sempat mengajakku jalan-jalan ke kampusku itu.
Jarak kampusku juga tidak terlalu jauh dari rumahku di Korea ini,mungkin sekitar 1 kilometer. Aku menaiki sebuah bus untuk dapat sampai ke kampus itu.
Setelah 10menit perjalanan, akupun sampai di kampus baruku ini. Hari pertamaku 'not bad'. Semua berjalan dengan lancar. Perkenalanku dengan anak-anak kampus yang lebih dulu berada di kampus ini tidak terlalu buruk. Tau sendiri kan? Aku pindah ke korea saat kuliahku berada di semester 3. Dan untungnya pihak kampus menerimaku untuk masuk pada semester 3, tidak mengulangnya dari semester awal. Selanjutnya, adaptasiku pada mahasiswa-mahasiswa di kampus ini. Mereka menerimaku dengan senang hati. Ah, rasanya mudah sekali.
Shinhye, teman pertamaku di Korea yang menjadi sangat akrab denganku dan menemaniku di hari pertamaku ini. Aku ke kantin bersama dengan dia. Kami duduk di sebuah bangku kantin dan memesan makanan.
"Nanti aku akan mengajakmu jalan-jalan keliling kampus. Oke?" Ajaknya kepadaku.
Aku tersenyum,"iya,baiklah".
***
 Shinhye mengajakku ke salah satu balkon di lantai dua kampus. Disini, aku dapat melihat semua aktifitas yang dilakukan oleh para mahasiswa. Ada yang bermain basket, sepakbola, ada yang berbincang-bincang ditaman, ada yang sedang berdiskusi, dan ada juga yang belajar sendirian.
Aku mengeluarkan kamera digitalku dan mulai melakukan hobiku. Jepret sana,jepret sini . Shinhye meminjam kamera-ku setelah aku puas memotret semua yang aku lihat saat itu.
"Jepretanmu bagus-bagus" puji shin hye.
"Gumawo" ucapku malu-malu.
***
 Mata kuliahku sudah berakhir. Rencananya hari ini aku ingin langsung pulang ke rumah dan melihat hasil jepretanku itu. Saat menuruni tangga dari lantai 2, aku melihat seseorang berjalan berlawanan denganku, ia menaiki tangga itu. Ia membawa sebuah kanvas dan kelihatannya dia dari jurusan seni lukis. Dia berbadan tinggi, wajahnya bukan seperti orang korea, lebih mirip seperti orang Indonesia, dan he's so cool. Wuussshh.. Dia berjalan begitu cepat, sepertinya ia buru-buru. Bahkan melewatiku saja seperti sebuah hembusan angin. Ah, ingin rasanya aku berkenalan dengan pria itu.
***
Hari itu menjadi hari terindah yang pernah terjadi. Setelah seminggu lebih aku hanya dapat mengamatinya dari kejauhan, kini aku bisa melihatnya lebih dekat. Bahkan aku bisa berbicara langsung dengannya. Rasanya seperti mimpi.
Aku mengikuti sebuah pameran seni yang diadakan oleh kampusku sendiri. Dan pria itu, pria yang aku lihat di tangga itu, juga mengikutinya. Ia memamerkan beberapa hasil lukisannya. Sedangkan aku memperlihatkan hasil foto-fotoku.
Setelah acara pameran selesai, aku hendak membereskan foto-fotoku. "Bagus juga fotonya,pantesan dari tadi disini rame di kunjungi orang" ucap seseorang sambil memegangi sebuah foto. Foto yang ia pegang adalah foto sewaktu aku dan kakakku di taman.
Aku menoleh ke arahnya. Dia.. OMG!! Dia berbicara padaku? Benarkah? Aku tidak mimpi kan? ah, pasti ini mimpi.
"Yhaa.." Dia melambaikan tangannya di mukaku. Tunggu, aku benar-benar tidak mimpi?!
"Jangan dibereskan dulu ya, aku mau melihat-lihat dulu" ucapnya lagi. Aku tak bisa menjawab sepatah katapun. Aku benar-benar gugup.
"Kau kuliah di kampus yang sama denganku" nadanya sedikit aneh. Ia sedang bertanya atau memberikan pernyataan, karena melihat begitu banyak foto yang aku ambil di sekitar kampus.
"Kk..kau dari jurusan seni lukis kan?" Tanyaku sedikit gugup.
"Ya, benar" ia tidak mengalihkan pandangannya dari foto-fotoku itu.
"Sepertinya aku suka sekali dengan hasil jepretanmu ini. Kau sangat pandai memotret."
Dia memujiku. Ah,benar-benar mimpi yang tidak akan pernah terduga.
Setelah puas melihat pameranku, ia mengucapkan terima kasih kemudian pergi membereskan hasil lukisannya. Aku pun demikian. Aku melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda tadi.

***
segitu dulu yaa..
maaf kalo gaje..
Nanti chapter 2 bakal aku post secepat mungkin.. :-)

0 komentar:

Posting Komentar