Title : First sight
Author : arini sabila
Cast : mario maurer
Genre : romance
Disclaim : ini ff aku
yang kedua. Nggak terlalu bagus sih. Aku buat ff ini gara-gara baca ff di
internet. Banyak banget ff yang aku cari dari beberapa artis yang aku sukai.
Dan salah satunya mario maurer. Enjoy reading
***
Chapter
1
Seminggu yang lalu, aku dan orang tuaku pindah
ke korea. Kami semula bertempat tinggal di indonesia. Kami pindah ke negeri
ginseng tersebut karena kakakku yang bernama Miranda Agustina merasa kesepian
berada di korea sendirian. Selain alasan itu, orang tuaku juga merasa bosan di
negara yang penuh dengan konflik ini, baik itu konflik politik, infotainment,
agama, dsb.
Kebetulan musim di korea saat ini adalah musim
semi. Jadi aku dapat menikmati setiap bunga musim semi yang sedang bermekaran.
Seminggu di korea, dan ini masih permulaan untuk adaptasiku. Sebelum ke korea
aku telah mengikuti kursus bahasa korea di Indonesia. Namun ketika berhadapan
langsung dengan orang korea, rasanya agak sulit mengucapkan apa yang telah aku
pelajari. Setiap kali aku hendak pergi berjalan-jalan, aku harus mengajak
kakakku yang telah lebih lama tinggal di Korea karena bahasa koreanya sudah
sangat lancar.
Oh iya. Kita belum kenalan ya. Namaku Sandy
Amanda. Aku baru kuliah semester 3 jurusan fotografi. Pagi ini, tepatnya pukul
10 pagi, aku masih dalam balutan selimutku. Tulang-tulangku rasanya pegal
semua. Itulah yang aku rasakan di tempat yang menurutku suhunya termasuk
rendah. Padahal itu baru musim semi. Bagaimana kalau musim dingin? I can't
image it. Mataku sedikit sembap. Bukan karena tadi malam aku menangis. Tapi
entah kenapa selama tinggal di Korea, mataku sering seperti ini. Lagi-lagi
masalah adaptasi mungkin. Rambutku berantakan dan kusut. Sulit sekali untuk
bangun. Rasanya ada yang menahanku untuk tetap berada di kasur terempuk ini.
Sedari tadi terdengar suara orang
memanggilku,membangunkanku dari arah dapur. "Sandy...cepat bangun. Sudah
siang" teriak ibuku dari dapur.
Ah, mataku sulit sekali terbuka. Serasa ada
lem yang menempel di mataku. Berulang kali aku menguap. Kemudian, seseorang
mengetuk pintu kamarku. Dan tanpa mendapat izin dari pemilik kamar, orang itu
justru masuk ke kamar.
"Cepat bangun..." Kali ini kakakku
yang membangunkanku. Dia menarik selimutku.
Aku tidak menjawabnya. Aku justru membalikkan
badanku.
"Ayo, cepat bangun. Mau jalan-jalan
tidak?"Ujar Mira, panggilan untuk kakakku, dengan mata menyelidik ke
arahku.
Hobiku saat ini adalah jalan-jalan dan
melihat-lihat setiap sudut kota di Seoul ini. 'Padahal kemarin, dia bilang akan
pergi dan tak bisa menemaniku jalan-jalan' ucapku dalam batin.
"Tidak mau?Ya sudah" nada bicaranya
ingin mengatakan 'kamu bakal kecewa jika tidak mau'.
Aku perlahan-lahan membalikkan badanku. "Aku
ikut," ucapku akhirnya.
"Aku tunggu di ruang tamu" ia keluar
dari kamarku.
Dengan rasa lemas aku bangun dari tidurku. Aku
mengambil handukku dan berjalan ke kamar mandi dengan sempoyongan. ***
Keindahan di kota seoul ini nggak ada
habisnya. Mau di musim apapun, jam berapapun, di sudut manapun, semua keindahan
kota tetap terlihat. Aku dan kakakku berada di sebuah taman. Taman ini
merupakan salah satu taman terkenal di Seoul. Banyak penduduk seoul yang
menghabiskan waktu luangnya di taman ini. Aku dan kakakku mengabadikan momen
ini di kamera digital kami. Aku hobi sekali memotret. Bukan hanya wajahku dan
kakakku yang masuk dalam kamera ini, tapi suasana dan orang-orang di taman ini
juga menjadi objek fotoku.
***
Ini adalah minggu ketiga-ku di Korea. Hari ini
merupakan hari pertamaku masuk kuliah di universitas korea. Sebenarnya tadi
pagi, kakakku ingin mengantarku ke kampus karena ia khawatir. Namun aku
menolaknya. Setidaknya aku sudah tau alamat kampusku,karena tiga hari lalu kak
Mira sempat mengajakku jalan-jalan ke kampusku itu.
Jarak kampusku juga tidak terlalu jauh dari
rumahku di Korea ini,mungkin sekitar 1 kilometer. Aku menaiki sebuah bus untuk
dapat sampai ke kampus itu.
Setelah 10menit perjalanan, akupun sampai di
kampus baruku ini. Hari pertamaku 'not bad'. Semua berjalan dengan lancar.
Perkenalanku dengan anak-anak kampus yang lebih dulu berada di kampus ini tidak
terlalu buruk. Tau sendiri kan? Aku pindah ke korea saat kuliahku berada di
semester 3. Dan untungnya pihak kampus menerimaku untuk masuk pada semester 3,
tidak mengulangnya dari semester awal. Selanjutnya, adaptasiku pada
mahasiswa-mahasiswa di kampus ini. Mereka menerimaku dengan senang hati. Ah,
rasanya mudah sekali.
Shinhye, teman pertamaku di Korea yang menjadi
sangat akrab denganku dan menemaniku di hari pertamaku ini. Aku ke kantin
bersama dengan dia. Kami duduk di sebuah bangku kantin dan memesan makanan.
"Nanti aku akan mengajakmu jalan-jalan
keliling kampus. Oke?" Ajaknya kepadaku.
Aku tersenyum,"iya,baiklah".
***
Shinhye
mengajakku ke salah satu balkon di lantai dua kampus. Disini, aku dapat melihat
semua aktifitas yang dilakukan oleh para mahasiswa. Ada yang bermain basket,
sepakbola, ada yang berbincang-bincang ditaman, ada yang sedang berdiskusi, dan
ada juga yang belajar sendirian.
Aku mengeluarkan kamera digitalku dan mulai
melakukan hobiku. Jepret sana,jepret sini . Shinhye meminjam kamera-ku setelah
aku puas memotret semua yang aku lihat saat itu.
"Jepretanmu bagus-bagus" puji shin
hye.
"Gumawo" ucapku malu-malu.
***
Mata kuliahku
sudah berakhir. Rencananya hari ini aku ingin langsung pulang ke rumah dan
melihat hasil jepretanku itu. Saat menuruni tangga dari lantai 2, aku melihat
seseorang berjalan berlawanan denganku, ia menaiki tangga itu. Ia membawa
sebuah kanvas dan kelihatannya dia dari jurusan seni lukis. Dia berbadan
tinggi, wajahnya bukan seperti orang korea, lebih mirip seperti orang
Indonesia, dan he's so cool. Wuussshh.. Dia berjalan begitu cepat, sepertinya
ia buru-buru. Bahkan melewatiku saja seperti sebuah hembusan angin. Ah, ingin
rasanya aku berkenalan dengan pria itu.
***
Hari itu menjadi hari terindah yang pernah
terjadi. Setelah seminggu lebih aku hanya dapat mengamatinya dari kejauhan,
kini aku bisa melihatnya lebih dekat. Bahkan aku bisa berbicara langsung
dengannya. Rasanya seperti mimpi.
Aku mengikuti sebuah pameran seni yang
diadakan oleh kampusku sendiri. Dan pria itu, pria yang aku lihat di tangga
itu, juga mengikutinya. Ia memamerkan beberapa hasil lukisannya. Sedangkan aku
memperlihatkan hasil foto-fotoku.
Setelah acara pameran selesai, aku hendak
membereskan foto-fotoku. "Bagus juga fotonya,pantesan dari tadi disini
rame di kunjungi orang" ucap seseorang sambil memegangi sebuah foto. Foto
yang ia pegang adalah foto sewaktu aku dan kakakku di taman.
Aku menoleh ke arahnya. Dia.. OMG!! Dia
berbicara padaku? Benarkah? Aku tidak mimpi kan? ah, pasti ini mimpi.
"Yhaa.." Dia melambaikan tangannya
di mukaku. Tunggu, aku benar-benar tidak mimpi?!
"Jangan dibereskan dulu ya, aku mau
melihat-lihat dulu" ucapnya lagi. Aku tak bisa menjawab sepatah katapun.
Aku benar-benar gugup.
"Kau kuliah di kampus yang sama
denganku" nadanya sedikit aneh. Ia sedang bertanya atau memberikan
pernyataan, karena melihat begitu banyak foto yang aku ambil di sekitar kampus.
"Kk..kau dari jurusan seni lukis
kan?" Tanyaku sedikit gugup.
"Ya, benar" ia tidak mengalihkan
pandangannya dari foto-fotoku itu.
"Sepertinya aku suka sekali dengan hasil
jepretanmu ini. Kau sangat pandai memotret."
Dia memujiku. Ah,benar-benar mimpi yang tidak
akan pernah terduga.
Setelah puas melihat pameranku, ia mengucapkan
terima kasih kemudian pergi membereskan hasil lukisannya. Aku pun demikian. Aku
melanjutkan pekerjaanku yang sempat tertunda tadi.
***
segitu dulu yaa..
maaf kalo gaje..
Nanti chapter 2 bakal aku post secepat mungkin.. :-)
segitu dulu yaa..
maaf kalo gaje..
Nanti chapter 2 bakal aku post secepat mungkin.. :-)

0 komentar:
Posting Komentar