Kamis, 28 Agustus 2014

MASALAH SOSIAL


A.    PENGERTIAN MASALAH SOSIAL
Definisi menurut beberapa ahli :
·         Menurut Gillin dan Gillin, masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang membahayakan kelompok sosial atau mengahambat menghambat terpenuhinya keinginan pokok warga kelompok sosial tersebut.
·         Menurut Soerjono Soekamto, masalah sosial ini timbul karena adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok manusia yang bersumber pada faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaaan.
·         Menurut Horton dan Leslie, Masalah Sosial yaitu situasi sosial yang tidak diinginkan oleh sejumlah orang karena dikhawatirkan akan mengganggu sistem sosial dan perilaku orang-orang yang terlibat di dalamnya adalah perilaku yang menyimpang dari nilai atau norma-norma
·         Menurut Blumer (1971) dan Thompson (1988), yang dimaksud dengan masalah sosial adalah suatu kondisi yang dirumuskan atau dinyatakan oleh suatu entitas yang berpengaruh yang mengancam nilai-nilai suatu masyarakat sehingga berdampak kepada sebagian besar anggota masyarakat dan kondisi itu diharapkan dapat diatasi melalui kegiatan bersama.
·         Menurut Zastrow, masalah sosial adalah suatu kondisi sosial yang mempengaruhi sejumlah besar orang yang memerlukan perbaikan segera dengan sekumpulan tindakan-tindakan.
·         Menurut Pincus & Minahan, masalah sosial adalah suatu situasi atau kondisi sosial yang dievaluasi oleh orang-orang sebagai suatu situasi atau kondisi yang tidak mengenakkan atau situasi problematic
·         Menurut Daldjuni, bahwa masalah sosial adalah suatu kesulitan atau ketimpangan yang bersumber dalam masyarakat sendiri dan membutukan pemecahan dengan segera, dan semantara itu orang masaih percaya akan masih dapatnya masalah itu dipecahkan.

B.    UNSUR-UNSUR MASALAH SOSIAL
Ø  Adanya suatu situasi atau kondisi sosial;
Ø  Adanya sekelompok orang yang mengevaluasi situasi atau kondisi sosial tersebut;
Ø  Adanya evaluasi terhadap situasi atau kondisi sosial tersebut sebagai tidak mengenakkan;
Ø  Adanya alasan-alasan mengapa situasi atau kondisi tersebut sebagai tidak mengenakkan.

C.    PENYEBAB TERJADINYA MASALAH SOSIAL
Adapun penyebab terjadinya masalah sosial dapat dijelaskan sebagai berikut :
Ø  Adanya kekurangan dalam diri manusia atau kelompok yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis, biologis, biopsikologis, dan kebudayaan.
Ø  Adanya bentuk penyimpangan sosial di lingkungan masyarakat.
Ø  Adanya pengangguran atau pembatasan sumber alam.
Ø  Bertambah atau berkurangnya penduduk.
Ø  Ketimpangan yang muncul dalam proses penentuan kebijakan.

D.    AKIBAT DARI ADANYA MASALAH SOSIAL
1.     Akan terjadi konflik dalam komunitas, baik konflik yang menyangkut struktur mau pun kultur atau konflik antara das sein dan das sollen.
2.     Akan menyebabkan terjadinya perubahan sosial dalam komunitas, baik perubahan yang menyangkut sistem, struktur maupun kultur itu sendiri.
3.     Akan menyebabkan terjadinya polarisasi sosial di mana masing-masing komponen dalam komunitas saling terpisah satu sama lain.
4.     Akan menyebabkan terjadinya disintegrasi sosial di mana masing -masing komponen dalam komunitas mengalami disfungsi.
5.     Akan menyebabkan munculnya kasus -kasus lain sebagai akibat dari adanya kesenjangan antara cultural goals dan institutionalized means sebagaimana telah dikemukakan di muka. Untuk mencari bagaimana solusi terbaiknya dalam mengatasi suatu masalah sosial yang tumbuh dan/atau berkembang dalam suatu komunitas memang t idaklah mudah, karena apa pun solusi itu semuanya akan tetap tergantung pada apa akar penyebabnya.

E.    JENIS-JENIS MASALAH SOSIAL
Jenis-jenis masalah sosial dapat diklasifikasikan berdasarkan faktor pendorongnya, yaitu sebagai berikut:
1.     Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor ekonomi.
Masalah ini didorong adanya ketidakmampuan seseorang dalam memenuhi kebutuhan hidup sendiri secara layak, misalnya : kemiskinan, pengagguran, anak jalanan dan lain-lain.
2.     Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor budaya.
Masalah ini dipicu adanya ketidaksesuaian pelaksanaan nilai, norma, dan kepentingan sosial akibat adanya proses perubahan sosial dan pola masyarakat heterogen/multikultural. Contoh masalah ini seperti, kenakalan remaja, konflik antaretnik, diskriminasi gender, dan bahkan pengakuan hak milik kebudayaan lintas negara.
3.     Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor biologis.
Masalah ini dapat timbul akibat adanya ketidaksesuaian keadaan lingkungan yang berpotensi menimbulkan ketidakstabilan kondisi biologis masyarakat, seperti adanya wabah penyakit menular, virus penyakit baru, dan makanan beracun.
4.     Masalah sosial yang disebabkan oleh faktor sosial.
Masalah ini dipengaruhi oleh faktor sosial yang terjadi akibat nilai dan norma tidak diakomodasi dalam setiap perilaku individu, misalnya kejahatan/kriminalitas, pelecehan seksual, korupsi, dan terorisme.

F.    PEMECAHAN MASALAH SOSIAL
Masalah sosial dapat diatasi melalui cara berikut :
Ø  Meningkatkan pemerataan pembangunan dan pendidikan.
Ø  menyediakan modal usaha.
Ø  meningkatkan kesadaran sosial.
Ø  mensosialisasikan nilai dan norma sosial.
Ø  mempertegas sanksi sosial bagi para pelanggar.
Berbagai cara yang dapat dilakukan oleh berbagai pihak dalam membantu mengatasi masalah sosial antara lain :
·         Menjadi orang tua asuh bagi anak sekolah yang kurang mampu.
·         Tokoh agama memberikan penyuluhan tentang keimanan dan moral dalam menghadapi persoalan sosial.
·         Para pengusaha dan lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan lain ikut memberikan beasiswa.
·         Lembaga Bantuan Hukum (LBH) dan Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) membantu dalam berbagai bidang dimulai dengan penyuluhan sampai bantuan berupa materi.
·         Lembaga-lembaga dari PBB seperti UNESCO, UNICEF, dan WHO memberikan bantuan kepada pemerintah Indonesia untuk mengatasi masalah sosial.
·         Para dermawan yang secara pribadi banyak memberi bantuan kepada masyarakat sekitarnya berupa materi.
·         Organisasi pemuda seperti karang taruna yang mendidik dan mengarahkan para remaja putus sekolah dan pemuda untuk berkarya dan berusaha mengatasi pengangguran.
·         Perguruan tinggi melakukan pengabdian kepada masyarakat dengan memberikan


Selain cara-cara tersebut di atas, pemerintah juga menggalakkan berbagai program untuk mengatasi masalah sosial antara lain:
a.     Pemberian Bantuan Operasional Sekolah (BOS)
b.     BOS diberikan kepada siswa-siswa sekolah mulai dari sekolah dasar sampai tingkat SLTA. Tujuannya untuk meringankan biaya pendidikan. 
c.     Pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT)
d.     BLT diberikan kepada masyarakat miskin yang tidak berpenghasilan sebagai dana kompensasi kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
e.     Pemberian Kartu Askes
f.      Bagi keluarga miskin pemerintah memberikan kartu Askes untuk berobat ke puskesmas atau rumah sakit yang ditunjuk dengan biaya ringan atau gratis.
g.     Pemberian Beras Untuk Masyarakat Miskin (Raskin)
h.     Pemberian bantuan pangan dari pemerintah berupa beras dengan harga yang sangat murah.
i.      Pemberian Sembako
j.      bantuan pangan lainnya berupa sembako, dengan harga murah.

G.    HAMBATAN DALAM MENGATASI MASALAH SOSIAL
·         Berbagai bantuan dari pemerintah kadang-kadang tidak tepat sasaran. Contohnya orang yang mampu justru mendapat dana bantuan sedangkan yang miskin tidak mendapat dana bantuan.
·         Kurang disiplinnya petugas dalam menyalurkan bantuan pemerintah.
·         Terdapat pihak-pihak yang menyalahgunakan bantuan dari pemerintah maupun luar negeri.
·         Kurang adanya kerja sama dari masyarakat yang mengalami masalah sosial terhadap bantuan yang diberikan pemerintah.
·         Penyuluhan maupun pelatihan keterampilan yang diberikan kepada masyarakat kadang-kadang tidak ditanggapi sebagaimana mestinya.

·         Ada pihak-pihak yang kurang peduli dalam masalah-masalah bantuan sosial. 

0 komentar:

Posting Komentar